ARS's Info.

(Information: Tourism, Family, Lifestyle, Entertainment, Healt, etc.)

Sejarah Budaya Jakarta

 

dikmenji_logoJakarta memang punya daya pesona luar biasa. Betapa tidak..? Kedudukannya sebagai ibukota Negara Indonesia telah memacu perkernbangannya menjadi pusat pemerintahan, pusat perdagangan, pusat perindustrian, dan pusat kebudayaan. Jakarta menjadi muara mengalirnya pendatang baru dari seluruh penjuru Nusantara dan juga dari manca negara. Unsur. seni budaya yang beranekaragam yang dibawa serta oleh para pendatang itu menjadikan wajah Jakarta semakin memukau, bagaikan. sebuah etalase yang memampangkan keindahan Jakarta ratna manikam yang gemerlapan. lbarat pintu gerbang yang megah menjulang Jakarta telah menyerap ribuan pengunjung dari luar dan kemudian bermukim sebagai penghuni tetap.

Baca lebih lanjut

Iklan

4 Mei 2010 Posted by | Budaya Betawi | | Tinggalkan komentar

Rumah Betawi

 

“MASYARAKAT Betawi tergolong masyarakat rawa. Itu sebabnya mereka mengenal model rumah panggung,” kata Ridwan Saidi, tokoh Betawi yang sedang menyiapkan peluncuran buku riset sejarah garapannya: Babad Tanah Betawi.Namun, Ketua Tim Pengelola Perkampungan Budaya Betawi (PPBB) Agus Asenie Dipl Ing, praktisi arsitektur berpendapat, masyarakat Betawi sebenarnya tinggal di habitat yang beragam, sejak pesisir hingga pedalaman. Bahkan, sekarang juga tinggal di wilayah urban padat penduduk di tengah Kota Jakarta.

Baca lebih lanjut

17 April 2010 Posted by | Budaya Betawi | | Tinggalkan komentar

Musik Tradisional Betawi

 

Penduduk Betawi sejak awal sudah sangat heterogin. Kesenian Betawi lahir dari perpaduan berbagai unsur etnis dan suku bangsa yang ada di Betawi. Seni musik Betawi tidak terhindar dari proses perpaduan itu. Dalam musik Betawi kental pengaruh Barat, Tionghoa, Arab, Melayu, Sunda, dan lain-lain.

Musik tanjidor diduga berasal dari bangsa Portugis yang datang ke Betawi pada abad ke 14 sampai 16. Menurut sejarawan, dalam bahasa Portugis ada kata tanger. Kata tanger artinya memainkan alat musik. Memainkan alat musik ini dilakukan pada pawai militer atau upacara keagamaan. Kata tanger itu kemudian diucapkan menjadi tanjidor.

Baca lebih lanjut

17 April 2010 Posted by | Budaya Betawi | | 5 Komentar

TARI COKEK BETAWI

 

Dalam sejarah kesenian Betawi, Cokek merupakan salah satu hiburan unggulan. Selain luas penyebarannya juga dengan cepat banyak digemari masyarakat Betawi kota sampai warga Betawi pinggiran. Pada kurun waktu itu hampir tiap diselenggarakan pesta hiburan, baik perayaan perjamuan hajatan perkawinan hingga pesta pengantin sunat. Dan ragam acara yang bersifat pesta rakyat. Disanalah para penari Cokek mempertunjukan kepiawaiannya menari sambil menyanyi. Barangkali memang kurang afdol jika penari cokek sekadar menari. Karenanya dalam perkembangannya selain menari juga harus pintar olah vokal alias menyanyi dengan suara merdu diiringi alunan musik Gambang Kromong. Jadi temu antara lagu dan musik benar-benar tampil semarak alias ngejreng beeng. Baca lebih lanjut

14 April 2010 Posted by | Budaya Betawi | | 1 Komentar

Orkest Gambang

Orkest Gambang, Hasil Kesenian Tionghoa Peranakan di Djakarta

“Dan baboenja Tjio Kek bersembahjang: “Moehoen baba-besarnja si Bouw Tan tida mempoenjai isi-peroet…..”
Gambang adalah satoe alat tetaboehan dari gamelan “Salendro” atawa “Pelog” jang telah dibawa masoek ka poelo Djawa, Madoera dan Bali oleh orang Hindoe jang datang di sini sambil menjiarken agama Budha.
Menoeroet riwajat Indonesia, bangsa Tionghoa sedari djeman Praboe Brawdijaja, Radja dari Madjapait, itoe masa kira-kira taon 1300 – soeda ada di sini. Karna saja bermaksoed boeat menoetoerken asal-oesoelnja “Orkest Gambang”, maka gamelan “Salendro” dan “Pelog” saja tinggalken, dan saja adjak pembatja aken mentjari taoe, kenapa “Gambang Orchestra” digemarin oleh Peranakan Tionghoa sedari djeman doeloe sampe sekarang.
Boeat mendapetken keterangan sampe djelas betoel saja soeda poeteri Djakarta, bilangan Tangerang dan Bekassi. Orang-orang jang soeda toea, jang telah mendenger poela ini dari iaorang poenja leloehoer lagi, ada toetoerken apa jang saja toelis di bawah. Baca lebih lanjut

7 April 2010 Posted by | Budaya Betawi | | Tinggalkan komentar

Gambang Kromong

Salah satu musik khas dari kesenian Betawi yang paling terkenal adalah Gambang Kromong, dimana dalam setiap kesempatan perihal Betawi,  Gambang Kromong selalu menjadi tempat yang paling utama. Hampir setiap pemberitaan yang ditayangkan di televisi, Gambang Kromong selalu menjadi ilustrasi musiknya.
Kesenian musik ini merupakan perpaduan dari kesenian musik setempat dengan  Cina. Hal ini dapat dilihat dari instrumen musik yang digunakan, seperti alat musik gesek dari Cina yang bernama Kongahyan, Tehyan dan Sukong. Sementara alat musik Betawi antara lain; gambang, kromong, kemor, kecrek, gendang kempul dan gong.

Kesenian Gambang Kromong berkembang pada abad 18, khususnya di sekitaran daerah Tangerang. Baca lebih lanjut

21 Maret 2010 Posted by | Budaya Betawi | | Tinggalkan komentar

Angklung

Asal-usul Angklung

Anak-anak bermain angklung.

Dalam rumpun kesenian yang menggunakan alat musik dari bambu dikenal jenis kesenian yang disebut angklung. Adapun jenis bambu yang biasa digunakan sebagai alat musik tersebut adalah awi wulung (bambu berwarna hitam) dan awi temen (bambu berwarna putih). Purwa rupa alat musik angklung; tiap nada (laras) dihasilkan dari bunyi tabung bambunya yang berbentuk wilahan (batangan) setiap ruas bambu dari ukuran kecil hingga besar.
Baca lebih lanjut

27 Februari 2010 Posted by | Budaya Betawi | | Tinggalkan komentar

Tari Topeng


Godor Bikin ‘Hidup’ Tari Topeng

Penari wanita terlihat asyik berlenggak-lenggok memamerkan kebolehannya di atas panggung. Sesekali, jari-jari lentik sang penari terlihat memegangi selendang yang diikatkan pada pinggangnya. Gemulai tubuhnya senada mengikuti hentakan alunan musik. Di tengah tarian, tiba-tiba saja, seorang pria berlari menuju atas panggung seolah-olah terkesan memecah konsentrasi penonton. Bukannya marah, para penonton justru semakin terhibur dan memberi applause atas kemunculan secara tiba-tiba pria tersebut.
Baca lebih lanjut

13 Februari 2010 Posted by | Budaya Betawi | | Tinggalkan komentar

Lenong

LENONG, MO DIBAWA KEMANE?

“Mpok, mo kemane? Menor bener dandannye!”

“Biase, ke Taman Mini, Bang. Nonton lenong.”

“Lenong preman ape denes?”

“Ape aje, asal lenong. Abis, kalo bukan kite yang ngeramein, siape lagi?”

Si mpok memang layak miris. Tak seperti demo pro dan anti-Gus Dur yang selalu dihadiri ribuan orang. Pertunjukan lenong, salah satu teater rakyat khas Betawi yang kaya dengan dialog-dialog spontan lagi kocak, belakangan mirip kuburan, sepi pengunjung. Ibarat lampu colen (obor yang dulu sering digunakan untuk menerangi panggung lenong), nyalanya mulai redup.
Baca lebih lanjut

13 Februari 2010 Posted by | Budaya Betawi | | Tinggalkan komentar

GAMBANG KROMONG


Sebutan Gambang Kromong di ambil dari nama dua buah alat perkusi, yaitu gambang dan kromong. Bilahan gambang yang berjumlah 18 buah, biasa terbuat dari kayu suangking, huru batu atau kayu jenis lain yang empuk bunyinya bila dipukul. Kromong biasanya dibuat dari perunggu atau besi, berjumlah 10 buah ( sepuluh “pencon” ).
Baca lebih lanjut

11 Februari 2010 Posted by | Budaya Betawi | | Tinggalkan komentar