ARS's Info.

(Information: Tourism, Family, Lifestyle, Entertainment, Healt, etc.)

Akhir Perjalanan Kisa Ratu Pendekar Badui

http://www.wikimu.com/Common/NewsImage.ashx?id=1667Makam Panglima Hitam yang terletak di Pulau Tidung Kecil Kelurahan Pulau Tidung Besar Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan banyak dikunjungi dari berbagai daerah. Hal ini diungkap oleh Suharta (64) penjaga makam orang pertama di Pulau itu. Warga yang berjirah berasal dari Cilacap, Ciamis, Belitung dan warga dari Pulau Kelapa pun perna berjiara kemakam ini. “Kebanyak yang berjiarah kemakam ini, untuk mengadakan tahlil dan yasinan untuk meminta keselamatan”, kata Suharta selaku penjaga makam.
Ayah dari 5 orang anak ini juga menambahkan,kebanyakan para pe-jiarah yang datang kemakam ini pada malam jum’at keliwon dan hari libur. Makam yang mempunyai panjang 3,5 meter konon ceritanya adalah orang yang pertama kali menginjakan kakinya di Pulau Tidung Kecil ini. Nama makan tersebut adalah Ratu Pendekar Badui atau yang lebih dikenal adalah Panglima Hitam.

Kuburan Pahlawan Banten

Di Pulau tersebut juga terdapat 3 makam yaitu makam Wa’Turuf dan Muhammad dua orang ini adalah pengawal setia Ratu Pendekar Badui, pendekar Badui ini melarikan diri bersama kedua pengawalnya kepulau Tidung Kecil untuk menghindari dari kejaran Seh Maulana Malik Ibrahim. Konon Ratu Pendekar Badui adalah seorang non Muslim yang di perangi oleh Seh Maulana Malik Ibrahim, sebelum akhirnya ia masuk dan memeluk agama islam bersama kedua anak buanya tersebut.
Sehingga Pulau Tidung ini dijuluki dengan sebutan Pulau Berlindung. Suharta memang bukan warga Pulau Tidung asli, warga asal Ciracas ini baru 4 tahun tinggal di Pulau Tidung Kecil ini. “Salain menjaga makam saya juga, bercocok tanam dan menanam rumput laut”, kata suami dari Emuh Rohayati ini. Walupun tidak di bayar merawat makam, ia pun merasa rela merawat serta menjaga makam orang pertama ini.
Berbagai peninggalannya pun masih ada seperti pecahan Guci, Piring, Serta besih-besih tua, namun sayangnya tidak di rawat dan di biarkan saja berada di dalam karung.Walaupun belum dijadikan objek wisata lokal oleh Pemerintah setempat,untuk mengatisipasi kelangsungan makam tua itu, inisiatif dari seorang penjaga membuat kotak amal, sehingga dengan begitu bagi penjira setiap datang wajib memberikan sedekah. Dari hasil tersebut kini di dekat makam itu sedang di buat Musolah serta untuk perbaikan makam lain disekirtar makam tersebut.
Tidak haya itu saja 7 makam makam Seh terdapat di Pulau Tidung Kecil ini seperti Makam Seh Maulana Malik Ibrahim, Seh Susu, Seh Subandari, Seh Saidina Ali, Seh Magelang, Seh Kalang Lumajang dan makam Seh Sarif Hidayatullah. Makam yang sudah ada 200 tahun ini kini manjadi primadona bagi para pejiarah baik bagi warga Pulau Tidung maupun dari berbagai penjuru daerah.(age)


This article comes from :. PulauSeribu[dot]Net46
http://www.pulauseribu.net

Iklan

16 April 2010 - Posted by | Nostalgia Jakarta |

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: