ARS's Info.

(Information: Tourism, Family, Lifestyle, Entertainment, Healt, etc.)

Mester

Matraman ke arah Jatinegara

Matraman ke arah Jatinegara

Daerah Mester (Jatinegara sekarang) berasal dari nama Mester Cornelis Senen. Ia dikenal seorang kaya berasal dari pulau Lontor (kepulauan Banda) yang datang dan bermukim di Batavia beberapa tahun sesudah Jan Pieterszoon Coen menguasai Jayakarta. Si Senen ini sebagai seorang guru lebih dikenal dengan nama Mester Cornelis, dari pada nama pribuminya.

Senen membeli sebidang tanah yang sangat luas, di tepi sungai Ciliwung. Lama-kelamaan penduduk pribumi Batavia menyebut daerah milik Mester Cornelis ini dengan Mester saja. Biarpun nama yang di benarkan adalah Jatinegara dan bukan Mester. Bahkan sampai tahun 1980an supir mikrolet masih ada yang menyebutnya begitu.

Setelah keadaan dianggap aman, terutama dari gangguan sisa-sisa pasukan kerajaan Mataram, orang-orang Eropa mulai mau tinggal di luar tembok. Pada suatu ketika dirasa kota sudah bukan lagi kota yang sehat. Parit-parit menjadi dangkal di dalam tembok. Memang sudah di usahakan untuk menggalinya. yaitu dengan mengerahkan orang-orang dari Sindanglaut, tetapi sesudah bukit pasir terbentuk di muara Ciliwung, usaha itu sudah tidak menolong lagi. Lumpur dan sampah menumpuk di parit-parit yang airnya tidak mengalir.

Kramat Bunder di penghujung 
abad 19

Dua wajah Kramat Bunder

Kramat Bunder pada penghujung abad ke 19, gambar atas. Pada waktu itu membentang kali dari timur ke barat dan pada persimpangan jalan di kramat bunder itu terdapat jembatan. Penerangan jalan pada waktu itu adalah lampu gas. Jejak roda dijalanan Kramat Bunder seperti yang tampak adalah jejak roda kereta kuda.

Gambar bawah adalah Kramat Bunder yang sama 30 tahun kemudian. Daerah ini sudah menjadi pusat lalulintas ramai. Seorang agen polisi (kanan) tampak bertugas mengawasi lalulintas, sementara di tengah tengah berdiri agen polisi lainnya bertugas sebagaimana traffic light sekarang. Rel yang melintang adalah rel trem dari arah Jatinegara ke daerah Kota.

Kramat Bunder di awal abad 
20

Sumber: meriamsijagur.com

Iklan

1 Mei 2010 - Posted by | Nostalgia Jakarta |

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: