ARS's Info.

(Information: Tourism, Family, Lifestyle, Entertainment, Healt, etc.)

Kelainan Sperma Penghambat Kesuburan

sperma

Selama ini, wanita seringkali dianggap sebagai penyebab pasangan suami istri sulit memiliki momongan. Ternyata, berdasarkan penelitian dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), ternyata 11-15 persen pasangan sulit memiliki keturunan disebabkan oleh faktor infertilitas dari suami.

Sperma suami yang tidak berkualitas menjadi salah satu ‘biang keladi’ sulitnya mendapat momongan. “Meski persentasenya kecil, namun hal ini perlu diwaspadai,” ujar Dr John Dean, spesialis pengobatan seksual dari South Devon Healthcare.

Walaupun peran pria dalam proses reproduksi sangat kecil, namun  pria tetap harus ‘menyumbangkan’ sperma yang baik dan berkualitas supaya pembuahan berhasil. Kriteria sperma yang baik berdasarkan ketetapan WHO yakni volumenya mencapai 2-5 CC, bentuknya harus nampak seperti cairan berwarna putih keruh atau berwarna putih murtiara dengan kekentalan biasa.

Sperma tidak boleh terlampau encer. Dan, ciri sperma yang baik memiliki bau yang khas bukan berbau busuk. Sedangkan secara mikroskopis, pria yang dianggap subur idealnya harus mengeluarkan sel sperma lebih dari 40 juta. Selain itu, gerakan sperma untuk menuju sel telur pun harus gesit dan bergerak lurus atau zig-zag.

Lantas, sperma seperti apa yang meengalami kelainan? Ada beberapa istilah untuk nama lain kelainan pada sperma.  Pria infertilitas bisa disebabkan jumlah sperma yang dikeluarkan tidak memenuhi standar (Oligozoospermia). Ada pula jenis kelainan yang menunjukkan sperma tidak bisa bergerak dengan baik (Astenozoospermia).

Bahkan ada juga pria yang memiliki kelainan, selalu mengeluarkan cairan tapi tidak mengandung sperma (Azoospermia)  atau  bisa juga seorang pria tidak mengeluarkan cairan sperma sama sekali (Aspermia).

“Kelainan ini bisa terjadi akibat faktor genetik yang sulit dicegah. Atau, akibat faktor organik karena memiliki kelainan penis. Normalnya, ‘junior’ mengeluarkan cairan di bagian ujung. Jika tidak berarti bisa menghambat proses masuknya cairan ke dalam sel telur tidak tepat sasaran. Pria juga sebaiknya memeriksakan diri ke dokter untuk mengetahui apakah testis sebagai pabrik penghasil sperma masih berfungsi atau tidak,” ujar Dr Dean.

Namun, jangan khawatir ketidaksuburan pada pria juga masih bisa dicegah. Antara lain, jangan sampai terkena penyakit menular seksual (PMS), jalani pola hidup sehat, hindari paparan medan elektrostatik, elektromagnetik, hindari rokok, dan konsumsi suplemen.

“Ponsel sebaiknya jangan diletakkan di saku celana. Meski mengandung gelombang elektromagnetik dan elektrostatik yang sangat kecil namun bisa berpengaruh pada jumlah produksi sperma dan kualitasnya. Jangan terlampau lama berada di depan komputer. Sesekali tinggalkan meja kerja minimal satu jam. Dan, banyak-banyaklah mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin E dan C,” katanya. (umi)

VIVAnews

Iklan

15 Mei 2010 - Posted by | Tak Berkategori |

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: