ARS's Info.

(Information: Tourism, Family, Lifestyle, Entertainment, Healt, etc.)

Mendidik Anak.

Studi terbaru menemukan beberapa hal yang sepertinya benar dalam mendidik anak, ternyata memiliki efek yang lain. Sudah benarkah cara mendidik Anda?

Setiap orang tua pasti ingin anak-anaknya rukun, tenang dan gembira. Dengan demikian aktivitas dan keinginan orang tua tidak terganggu, orang tua bahagia dan terciptalah keluarga bahagia. Benarkah demikian? Po Bronson dan Ashley Merryman dalam bukunya NURTURESHOCK: NEW THINKING ABOUT CHILDREN menemukan beberapa hal yang mengejutkan tentang bagaimana cara orang tua mendidik anak-anak dan apa efeknya. Tiga poin yang paling mengejutkan adalah berikut ini.

Lebih baik bertengkar tetapi tetap bersama

Hampir semua anak bertengkar dengan saudaranya. Anda setuju? Ya, mereka bertemu setiap saat, bermain dan tumbuh bersama, tetapi juga bertengkar setiap saat! Kebanyakan orang tua akan memisahkan mereka, menyibukkan masing-masing anak dengan hal yang disukainya agar mereka tidak perlu bertemu dan bertengkar. Tetapi tahukah Anda bahwa menurut hasil penelitian Bronson & Ashley, anak yang bermain bersama saudaranya walaupun saling mencela dan bertengkar, memiliki hubungan relasi yang lebih dekat daripada mereka yang bermain sendiri-sendiri dan tidak menyakiti satu sama lain.

Memuji Anak Terus Menerus Membuatnya Bebal

Pujian adalah pedang bermata dua, Anda harus pandai-pandai menggunakannya. Maksudnya sih ingin memberikan kepercayaan diri pada Anak, tetapi jika setiap kali Anda mengatakannya–bahkan jika kenyataan yang sebenarnya tidak demikian–maka Anda telah membuat anak Anda hidup dalam kepalsuan. Buruknya, ketika si anak menghadapi realita kesulitan yang sesungguhnya, dia tidak siap atau enggan untuk berusaha mengatasi kesulitan tersebut.

Berbohong, it’s okay!

Walaupun tanpa disadari orang tua sering memberikan contoh dalam berbohong, hampir semua orang tua meminta anaknya untuk jujur. Namun jangan keburu marah jika si kecil mulai berbohong. Bronson menemukan bahwa berbohong menunjukkan secara kognitif pikiran anak telah berkembang. Dia dapat membedakan mana yang benar dan salah, mengingatnya dan memikirkan gagasan alternatif dari hal itu. Di sini yang dibutuhkan adalah pengawasan yang maksimal dan menginjak usia 7 tahun, orang tua harus bisa menyingkirkan kebiasaan ini. Lupakan menghukumnya karena berbohong, cukup tunjukkan bahwa Anda sungguh bahagia ketika si anak berkata jujur. Bronson menambahkan, sesungguhnya anak selalu memiliki dorongan untuk membuat orang tuanya bahagia. Hmm.. pasti Anda tersenyum mengetahui hal ini.

Sumber: KapanLagi.com

Iklan

20 Juni 2010 - Posted by | Tak Berkategori |

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: