ARS's Info.

(Information: Tourism, Family, Lifestyle, Entertainment, Healt, etc.)

Terapi Gelombang Kejut Atasi Impotensi

Terapi Gelombang Kejut Atasi Impotensi

Ketidakmampuan mempertahankan ereksi alias impotensi merupakan momok bagi kaum pria. Berbagai upaya pun dilakukan untuk menyingkirkan masalah yang mengganggu “kejantanan” tersebut. Kini ada cara baru mengatasi impotensi, yakni dengan terapi gelombang kejut.

Terapi kejut dilakukan terutama untuk pasien impotensi yang sudah tidak mempan diatasi dengan obat-obatan, seperti Viagra atau Cialis. Dalam terapi ini, penis dialiri gelombang kejut. Pada umumnya, terapi ini dikerjakan untuk memecahkan batu ginjal atau memperbaiki fungsi pembuluh darah pada pasien jantung.

Memang ini baru percobaan awal. Namun, dari beberapa pasien yang mencoba, mereka menunjukkan keberhasilan. “Dengan gelombang kejut kita bisa mengatasi masalah yang terkait fungsi biologi. Setelah terapi, para pasien bisa ereksi lagi tanpa bantuan obat-obatan,” kata Yoram Vardi, ahli saraf urologi dari Israel.

Pada hewan percobaan, gelombang kejut dalam insentitas rendah terbukti merangsang pertumbuhan pembuluh darah baru dari pembuluh lama. Oleh karena itu, Vardi dan timnya menduga, terapi ini bisa meningkatkan sirkulasi darah ke bagian penis.

Dalam percobaan pada manusia, para peneliti melibatkan 20 pria berusia 56 tahun yang mengalami disfungsi ereksi skala menengah selama tiga tahun. Pada setiap sesi, gelombang kejut diaplikasikan pada berbagai bagian yang berbeda dari penis.

“Kami menggunakan energi gelombang kejut yang sangat rendah daripada sebuah pijatan” kata Vardi. Setiap bagian berbeda dari penis mendapat gelombang kejut selama tiga menit. Terapi ini dilakukan dua kali dalam seminggu selama tiga minggu dan diulang setelah jeda tiga minggu.

Perbaikan ereksi yang signifikan terlihat pada 15 dari 20 pria. “Kami juga tidak melihat adanya efek samping dan terapi ini tidak menyebabkan sakit,” katanya.

Kendati begitu, Vardi menekankan bahwa terapi ini tidak bisa diterapkan pada semua orang. Dalam penelitian ini para responden adalah pria yang mengalami impotensi karena gangguan sirkulasi darah.
Kompas

Iklan

29 Juni 2010 - Posted by | Tak Berkategori |

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: