ARS's Info.

(Information: Tourism, Family, Lifestyle, Entertainment, Healt, etc.)

TBC

TBC, Indonesia Tetap Urutan Ke-3

TBC, Indonesia Tetap Urutan Ke-3

Jakarta, Kompas – Tuberkulosis tetap menjadi masalah besar kesehatan masyarakat. Indonesia masih di peringkat ketiga sebagai negara dengan kasus tuberkulosis terbanyak. Belakangan, masalah tuberkulosis diperberat dengan infeksi HIV/AIDS yang berkembang cepat.

Selain itu, juga muncul kasus TB-MDR (multi-drugs resistant—kebal terhadap bermacam obat). Hal itu dikatakan Direktur Pengendalian Penyakit Menular Langsung (PPML) Kementerian Kesehatan Iwan M Muljono pada acara brifing dengan pers menyambut Hari Tuberkulosis Sedunia, Jumat (19/3). Hari Tuberkulosis (TB) diperingati setiap tanggal 24 Maret.

Tuberkulosis merupakan penyakit menular yang disebabkan kuman Mycobacterium tuberkulosis. Penyakit tersebut ditularkan lewat udara melalui percikan dahak pengidap TB. Sebagian besar menyerang paru, tetapi bisa juga organ tubuh lain.

Pengidap tuberkulosis terbanyak berada di negara berkembang dan berpenduduk padat. Pengidap tuberkulosis terbanyak berada di India, China, dan Indonesia.

Di Indonesia, setiap tahun ditemukan sekitar setengah juta kasus baru TB. Separuh di antaranya adalah kasus TB menular, menyebabkan sekitar 100.000 kematian. Penyakit TB masih penyebab kematian terbanyak penyakit infeksi.

Tuberkulosis juga menjadi ancaman bagi produktivitas masyarakat—sekitar 70 persen pengidap ada dalam usia produktif. Temuan kasus terbanyak, yaitu di Sulawesi Utara, DKI Jakarta, dan Banten.

Beban makin berat

Pengendalian TB, menurut Iwan, semakin berat dengan peningkatan kasus HIV/AIDS dan munculnya resistensi terhadap beberapa obat lini pertama (MDR-TB). Infeksi HIV yang melemahkan kekebalan tubuh menyebabkan orang dengan HIV/ AIDS rentan terkena TB. Orang yang terinfeksi HIV berisiko sakit TB sebesar 60 persen.

Mereka yang tanpa HIV berisiko sekitar 10 persen. Tantangan lain ialah bermunculannya kasus MDR-TB atau TB akibat

kuman yang telah kebal terhadap bermacam obat anti-TB. Pengobatan MDR-TB dengan obat lini kedua jauh lebih mahal dan sulit.

Kepala Subdit TB Kementerian Kesehatan Dyah Erti Mustikawati menambahkan, TB menjadi lebih sulit dikendalikan lantaran penyakit tersebut mempunyai dimensi sosial dan ekonomi. ”TB terkait dengan kemiskinan dan kepadatan penduduk. Di daerah yang padat penduduk dan miskin biasanya permukiman rapat dan tidak memenuhi syarat rumah sehat. Kesadaran masyarakat akan kesehatan dan lingkungan juga rendah,” ujarnya.

Ketua Perkumpulan Pasien dan Masyarakat Peduli TB Indonesia atau Pamali TB Indonesia Retnowati mengatakan, tuberkulosis juga terkait dengan perilaku. ”Batuk tanpa menutupi mulut, ketidakpatuhan minum obat, dan kendala mencapai fasilitas kesehatan ikut memengaruhi,” ujarnya.

Iwan mengatakan, Indonesia menggunakan strategi DOTS (directly observed treatment shortcourse) dalam mengatasi TB. DOTS terdiri dari lima komponen, yaitu komitmen pemerintah mempertahankan kontrol TB, deteksi kasus, pengobatan teratur 6-8 bulan, ketersediaan rutin obat TB, serta sistem laporan untuk pengawasan perkembangan pengobatan dan program. Hari TB Sedunia diperingati dengan kegiatan advokasi, komunikasi, dan mobilisasi sosial, melibatkan semua pihak untuk mendukung komitmen penanggulangan TB. (INE)

Kompas

Iklan

21 Maret 2010 - Posted by | Tak Berkategori | ,

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: