ARS's Info.

(Information: Tourism, Family, Lifestyle, Entertainment, Healt, etc.)

Gula Buah Picu Obesitas

ANDA mungkin meyakini bahwa buah-buahan adalah makanan sehat tanpa efek negatif. Karena itu, Anda selalu berusaha menambah asupan dengan membawa apel, pisang atau anggur sebagai kudapan dan mencoba mengonsumsi salad buah sebagai makanan penutup.

Pernyataan bahwa buah makanan sehat tidak bisa dibantah. Buah kaya akan vitamin, serat dan antioksidan, yang berfungsi melawan penyakit. Buah sangat bermanfaat sehingga Anda dianjurkan mengonsumsi minimal lima takar buah dan sayur sehari.

Akan tetapi, ada juga beberapa orang yang mengonsumsi terlalu banyak buah sehingga memicu gangguan kesehatan seperti obesitas dan kerusakan gigi.

Bagi orang yang memiliki berat badan normal, mengonsumsi lebih dari jumlah yang dianjurkan tidak akan menimbulkan msalah. Akan tetapi, bagi orang yang kelebihan berat badan atau menderita kolesterol tinggi atau diabetes, terlalu banyak buah bisa menjadi masalah.

Hal ini bisa menjelaskan, mengapa ada orang yang terus mengalami penambahan berat badan meskipun mereka menerapkan gaya hidup sehat. Masalahnya, orang seringkali lupa bahwa buah, sama seperti makanan lainnya, mengandung kalori. Dan kalori di dalam buah, terang Dr Carel Le Roux dari Imperial College London, bisa membuat Anda kelebihan berat sama seperti cokelat.

“Saya sudah melihat pasien-pasien yang tidak bisa memahami obesitas mereka karena merasa mengonsumsi makanan sehat. Ternyata mereka mengonsumsi terlalu banyak makan buah dan minum smoothies,” terang konsultan obat-obat metabolik ini, seperti dikutip situs dailymail.co.uk.

Efek fruktosa

Konsumsi buah berlebih ini tidak disebabkan oleh kurangnya kontrol pribadi. Namun karena kandungan fruktosa (gula buah) yang tidak membuat Anda kenyang.

Saat mengonsumsi gula, terang Ursula Arens dari British Dietetic Association, tubuh akan melepaskan insulin. Insulin ini menyampaikan pesan ke otak bahwa tubuh sudah mendapatkan makanan yang cukup.

“Insulin kadar tinggi mengurangi selera makan, tapi fruktosa tidak memicu respon insulin ini. Jadi, otak tidak mendapat pesan bahwa Anda sudah kenyang,” terang Arens.

Selain memicu penambahan berat badan, fruktosa juga meningkatkan kadar trigliserida, tipe lemak yang dihubungkan dengan penyakit jantung.

“Kami menganjurkan pasien dengan kolesterol tinggi agar berhati-hati dengan buah. Terlalu banyak bisa meningkatkan trigliserida. Begitu juga dengan penderita diabetes. Fruktosa tinggi bisa meningkatkan kadar glukosa,” terang Roux.

Kuncinya, terang Roux, cobalah memenuhi asupan lima takar Anda dengan memadukan buah dan sayuran.”Orang yang obesitas atau mengalami gangguan jantung sebaiknya membatasi asupan buah sebanyak satu porsi bersamaan dengan empat porsi sayuran,” terang Roux.”Anda tetap mendapatkan banyak antioksidan, tapi mengurangi jumlah fruktosa dan kalori.” (IK/OL-08)

Sumber :  Ikarowina Ta

Iklan

15 Maret 2010 - Posted by | Tak Berkategori | ,

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: