ARS's Info.

(Information: Tourism, Family, Lifestyle, Entertainment, Healt, etc.)

– Pesona Jakarta.

Pesona Disudut Kota Jakarta.

Menyisir Pesisir, Mengayuh Pesona Disudut Kota Jakarta
Jika mendengar Kota Jakarta, spontan kita terpaku dengan segala permasalahan kota yang rentan banjir, rumit dan selalu berkelit dengan problema macet, pengganguran, trantib gusur lapak-lapak pedagang, pengemis yang terpajang disetiap perempatan jalan dan segudang masalah
yang selalu ada menghiasi Jakarta sebagai ibu kota Indonesia. Meskipun banyak masalah yang mewarnai hari-hari di jantung Kota Jakarta, namun ibu kota Indonesia ini selalu menarik minat orang-orang Jawa bahkan diluar Jawa untuk mengadu nasib tinggal dan bersurvive di Ibukota.

Dengan segala keterbatasan dan daya tarik bagaoi magnet toh Jakarta tetap jadi pilihan orang-orang yang dengan jiawa dan semangat hidup yang tinggi mengadu nasib untuk mengubah taraf hidup, bertarung melawan problema kota rantauan.

Sementara persaingan kaum militan dan dunia industri, perkembangan Iptek dan kesenjangan hidup dengan semua ragam perbedaan tersebut semakin menambah warna dan rona kota Betawi yang kini jadi kota Jakarta ini.

Dan jika kita lebih jeli menengok disudut kota Jakarta ,ada diujung sebelah Utara, Kota yang erat dengan dunia nelayan, Yah wilayah Jakarta Utara sentra laut dan nuansa alam samudera. Dan ternyata disudut Kota Jakarta tersebut keasrian tersembunyi….

Harmoni alam laut dengan nuansa alam yang bercitra budaya betawi dan berkilau bak mutiara terpendam ada disudut wilayah Kota Jakarta Utara. Rumah si Pitung yang tepatnya berada di Marunda sangat akrab dan diagungkan karena memiliki nilai history sang tokoh pesilat dari Betawi .

Si Pitung sang legenda yang sehebat ‘Robin Hood’,seperkasa Superman dan segagah Gatot Kaca.Sejarah hebatnya sang Robon Hood Betawi ini sangat terkenal pada masa penjajahan Belanda abad 19.

Jika kita akan berkunjung ke rumah si Pitung, sebelumnya kita bisa menikmati perjalanan dengan sentra perikanan Kali Baru. Sentra perikanan di Kali Baru ini sangat dimungkinkan untuk dikembangkan sebagai salah satu jalur ketigabelas destinasi wisata pesisir Jakarta Utara. Karena di Kali Baru tersebut juga dekat dengan pembakaran (perabuan) bagi masyarakat yang beragama non muslim yang jika sudah meninggal.

Jika Kali Baru ditata lebih rapi dan bersih, penulis yakin Kali Baru dapat dijadikan salah satu alternatif jalur ketigabelas destinasi wisata pesisir Jakarta Utara. Dengan sentuhan dan ditata lebih bagus lagi pastilah disana masyarakat sekitarnya akan merasakan dampak postifnya dan tentunya dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat sekitarnya.

Setelah melewati Kali Baru, Cilincing dapat melanjutkan perjalanan dan singgah di Pasar Bebek, pasar yang menjual khas unggas dan mentok. Disini pula dapat dikembangkan bentuk wisata kuliner, dengantetap mempertahankan dan sikap sedrhana serta keramahannya.

Dengan adanya nilai historynya, rumah si Pitung yang merupakan wisata alamiah karen nuansa alam dan panorama pesisir, sangat dimungkinkan untuk dikembangkan wisata bahari, kampung nelayan dengan suasana terapung dan rekreasi aktif olahraga air seperti mmenacing . Dan sangat memungkinkan dengan dikembangkan “URBAN TOURISM ” yang merupakan alternatif pengembangan wisata bahari kampung Nelayan. Jadi diharapkan para turis dapat menikmati kehidupan seperti masyarakat asli Marunda tersebut.

Bentuk wisata ini sangat trend sekarang. DImana para turis dapat langsung hidup dengan masyarakat setempat tanpa dibuat-buat dan dipaksakan. Jadi para turis sangatdimungkinkan untuk mendapat pengalaman hidup. Selayaknya kehidupan para nelayan tersebut.

Urban Tourism merupakan slah stu trend yang sangat dinikmati para turis untuk mendapatkan kepuasan dan kenikmatan tersendiri. Dari sini para turis mendapatkan nilai artistik dan pengayaan emsional yang akhirnya menimbulkan rasa toleransi.

Dengan berangkat dari kesederhanaan Rumah si Pitung yang menitik beratkan kembali nuansa asli rumah penduduk yang justru diharapkan menjadi pilihan utama bagi turis .

Dengan menyatu bersama masyarakat,hidup didalam keluarga masyarakat untuk merasakan keasrian dan kesederhanaan untuk mengetahui dan merasakan adat kebiasaan dan budaya masyarakat setempat. Yang lebih penting ini membuat turis yang datang tidak hanya sehari tetapi berhari-hari.

Dengan alternativ pengembangan wisata pesisir dengan menciptakan jenis pengembangan wisata urban tourism wiata pesisir di Jakarta akan lebih berkembang dan berwarna karena dasar dan budaya sudah ada.

Sebagai contoh disekitar rumah si Pitung yang sangat dekat dengan penduduk diciptakan urban Tourism dengan Kampung Nelayan dengan menciptakan pengembangan wisata para toris dapat datang dan tinggal/hidup dikeluarga nelayan untuk merasakan kehidupan asli sebagai nelayan jadi memungkinkan para turis unuk mendapatkan pengalaman hidup.

Written by Gatik Pandega (wisatapesisir.com)

Iklan

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: