ARS's Info.

(Information: Tourism, Family, Lifestyle, Entertainment, Healt, etc.)

– Pemandian Manggarai.

Pemandian Manggarai Jadi Supermarket.

Foto dari udara tahun 1940-an memperlihatkan zwembad (kolam renang)  Manggarai, Jakarta Selatan yang kini berubah fungsi menjadi Super Market Pasar Jaya.  Mandi di zwembad istilah  untuk kolam renang  sampai tahun 1960-an merupakan salah satu hiburan yang menyehatkan bagi warga Jakarta.

Di ibu kota  selain di Manggarai, kolam renang juga terdapat di Cikini, bersebelahan dengan Taman Ismail  Marzuki (TIM) yang sampai kini masih banyak didatangi pengunjung. Saya hampir tiap minggu mendatangi kedua kolam renang ini. Pada masa kolonial banyak para bule dan Indo Belanda berolahraga renang di pemandian ini. Ke zwembad biayanya tidak mahal.

Dari uang saku sekolah kita bisa berenang selama berjam-jam. Jadi, keberadaan kolom renang Manggarai dapat dinikmati masyarakat luas. Entah karena  apa kini menjadi supermarket padahal jumlahnya telah menjamur. Dari tempat inilah lahir perenang-perenang yang membawa nama bangsa di Asia. Dari tempat ini pula lahir organisasi PRSI (Persatuan Renang Seluruh Indonesia).  Pada masa kolonial, jalan tempat kolam renang berada bernama Jan Pieterzoon Coenweg mengabadikan nama gubernur jenderal Belanda yang membangun Batavia. Kini bernama Jalan Sultan Agung, nama Raja Mataram yang menyerang Batavia pada 1628 dan 1629.

Kawasan Manggarai berkaitan dengan nama pemilik tanah yang ada di kawasan ini pada masa lalu. Menurut cerita pemilik tanah pertama adalah tuan tanah dari Bali. Manggarai sebagai nama tempat di Jakarta mulai populer sejak abad ke-19 hampir bersamaan dengan dibangunnya Stasiun Kereta Api Manggarai. Bahkan, di tempat ini pemerintah kolonial membuat bengkel kereta api dalam kompleks stasiun.

Di kawasan Manggarai dikenal dengan daerah Pasar Rumput. Mengapa bernama demikian? Karena  sampai 1950-an  tempat ini digunakan untuk menjual rumput bagi kuda-kuda penarik delman yang merupakan kendaraan utama ketika itu. Yang jelas perkembangan Manggarai berkaitan dengan tetangganya, Bukitduri. Perkembangan Manggarai sebagai pusat bisnis sangat tergantung pada Bukitduri yang lebih dulu berkembang.

Sementara sejarawan Belanda, Murray, berpendapat bahwa nama Manggarai diambil dari nama budak-budak yang datang dari Manggarai, Flores (Nusa Tenggara Timur). Di tempat itulah para budak diperjualbelikan. Untuk memudahkan penyebutan maka orang dari luar kawasan tersebut menyebutnya Manggarai. Dalam peta Batavia en Omstreken Manggarai masuk dalam distrik Meester Cornelis (Jatinegara).

Di Manggarai terdapat Markas Corps Polisi Militer (CPM) Guntur. Tempat tahanan ini paling menakutkan warga Jakarta kala itu, terutama para penjahat. Pintu air Manggarai terletak tidak jauh dari bekas kolam renang. Pada saat musim hujan, pintu air ini selalu dipantau ketinggiannya. Pintu air ini dibangun pada 1819 terdapat sebuah prasasti berukuran 60×40 cm yang menempel pada tiang pintu air.

Isinya menyatakan terima kasih penduduk Batavia pada H van Brean seorang insinyur pengairan Belanda yang merancang pembangunan pintu air ini hampir dua abad lalu. Dalam prasasti berbahasa Belanda itu disebutkan bahwa pintu air ini dibangun untuk menanggulangi banjir di Batavia. Dengan adanya bendungan ini apabila terjadi banjir airnya akan dialirkan ke Kali Malang melalui pintu air. Kali Malang terletak di sebelah kiri pintu air, yakni sepanjang Jalan Sultan Agung. Pada ujung Jalan Sultan Agung di Setiabudi terdapat pula sebuah bendungan yang dibangun tahun 1920 merupakan bagian dari Proyek Banjir Kanal Barat.

Pintu air Manggarai tidak pernah dibuka pada saat banjir besar . Sebab, ditakutkan menggenangi wilayah vital seperti Istana, Masjid Istiqlal, dan kawasan Menteng, tempat para petinggi di negeri ini tinggal.

Oleh Alwi Shahab, wartawan Republika

Iklan

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: