ARS's Info.

(Information: Tourism, Family, Lifestyle, Entertainment, Healt, etc.)

– Sering Malas Bekerja

Sering Malas Bekerja, Mungkin Ini Penyebabnya

(Foto: Google)

Banyak alasan seorang karyawan malas bekerja. Ada alasan yang ringan, ada pula alasan yang berat dan mengkhawatirkan. Cari tahu penyebab rasa malas Anda dan temukan solusinya.

Malas bekerja memang situasi yang tidak menyenangkan. Menurut Steve McCann, pendiri McCann Research Corporation, banyak orang yang tak mengerti mengapa rasa malas atau hilangnya semangat kerja menimpa mereka. Yang mereka tahu, mereka hanya malas berhubungan dengan pekerjaan.

”Padahal, mencari tahu penyebab dari masalah hilangnya semangat kerja ini penting untuk mencari solusinya. Jika Anda menemukan penyebabnya, Anda bisa mengubah efeknya bagi diri Anda,” ujar McCann, seperti dikutip dari careerbuilder.com.

Anda mungkin tak akan menyangka seberapa besar kerugian yang timbul jika hal ini dibiarkan. Menurut Departemen Ketenagakerjaan Amerika Serikat, akibat turunnya semangat kerja, negara merugi hingga USD3 miliar. Tak hanya rugi secara materi, mereka juga bisa mengalami gangguan kesehatan dan penurunan kualitas hidup.

”Lingkungan kerja yang buruk sangat memengaruhi kesehatan fisik, mental, dan emosional. Karena itu, jaga diri dengan diet, latihan fisik, istirahat, keseimbangan hidup, pijat, dan mengungkapkan apa yang ada di pikiran Anda,” saran konsultan karier Robin F Bond.

Lebih lanjut, Bond menyarankan agar Anda mengubah perilaku dan cara memandang sebuah situasi. ”Dua hal inilah yang harus Anda lakukan untuk bisa mengontrol keadaan,” tegasnya. Agar bisa segera menemukan solusi, berikut lima penyebab yang paling sering menurunkan semangat kerja.

Perasaan negatif

Perbedaan kepribadian, budaya, dan etika kerja, dapat memberikan pengaruh negatif pada lingkungan kerja. Jika Anda mengalami hal ini, McCann menyarankan agar Anda segera mencari tahu kondisi mana yang harus diubah, cari tahu solusi apa yang bisa dilakukan untuk mengatasinya, dan praktikkan solusi tersebut. Setelah itu ciptakan strategi jitu untuk mempertahankan kondisi tersebut.

Atasan yang menghambat karier Anda

Untuk mengatasi masalah ini, pastikan Anda memiliki catatan atas prestasi yang sudah Anda lakukan. Katakan dengan penuh etika dan kesopanan kalau Anda memiliki kontribusi yang tinggi terhadap perkembangan perusahaan.

Gosip kantor

Gosip tidak hanya menciptakan kondisi tak nyaman, permusuhan, juga pesimistis di tempat kerja, tapi juga menimbulkan ketidakpastian. Untuk mengatasi masalah ini, pihak manajemen harus mengonfrontasi isu tersebut. McCann bahkan menyarankan sebuah gerakan unik di kantor, yaitu dengan membuat stiker atau area ”bebas gosip”di beberapa sudut di kantor. ”Dengan menerapkan cara ini, mereka yang biasa bergosip akan sadar diri dan mengurangi menyebar efek negatif kepada karyawan yang lain,” ujar McCann. Selain itu, dengan cara ini mereka bisa lebih terdorong untuk mau menyebarkan berita yang sudah pasti, dibandingkan gosip pribadi para karyawan.

Bullying

Bullying
tak hanya terjadi pada kalangan remaja di sekolah. Bahkan di kantor pun hal ini bisa terjadi. Perilaku seperti melontarkan humor yang bernada mengejek, pelecehan seksual secara verbal, menginterupsi secara kasar, berteriak atau memarahi karyawan atau rekan kerja di depan orang lain, sampai mengacuhkan rekan kerja, sering kali terjadi di lingkungan kerja. Jika ini terjadi, rekam atau kumpulkan segala bukti bullying tersebut. Laporkan kepada atasan, manajemen, atau HRD. ”Jika masalahnya adalah masalah pribadi, selesaikan secara empat mata. Jika perlu, minta seseorang untuk menjadi mediator atau cari bantuan hukum,” jelas Bond.

Perubahan

Dunia kerja di masa ini cepat sekali berubah. Perubahan teknologi, krisis ekonomi, dan kondisi politik bisa mengubah perputaran bisnis menjadi tak terkendali. ”Jika kondisi ini terjadi, komunikasi yang jujur antara atasan dan bawahan sangat diperlukan. Ini penting agar masing-masing bisa memahami dan menerima perubahan tersebut,” tegas McCann. Intinya, jika Anda mulai merasakan ada penurunan semangat kerja, segera analisa penyebabnya. Semakin cepat diketahui gejala dan penyebabnya, semakin cepat semangat kerja kembali ditumbuhkan.

Sumber:  kabariberita

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: