Film Indonesia 2011
Semakin banyak pilihan.Geliat perfilman Indonesia 2011 nampaknya semakin seru. Karena daftar film yang akan tayang sepanjang tahun sudah menjadi buah bibir di awal tahun ini. Minimal setiap bulan ada empat film yang tayang. Jadi Anda punya pilihan setiap minggu untuk menonton film lokal.
Nggak perlu jaim alias jaga image untuk nonton film Indonesia. Karena sineas kita nggak kalah dengan sineas dari Barat. Mengangkat tema-tema lokal, banyak hal yang akan membuat Anda puas nonton sinema kita sendiri. Beberapa film mengangkat kisah buku dan tokoh populer, selain itu ada juga sekuel dari film-film laris di tahun sebelumnya. Penyuka film horor atau seksi, masih ada kok stok baru. Termasuk bintang film baru, Jennifer Kurniawan, yang ikut populer sejak kekasihnya Irfan Bachdim sukses menjadi pemain Timnas Indonesia. Baca selebihnya »
Melihat Group Band Tempo Dulu.
1. Koes Plus

Koes Plus adalah grup musik Indonesia yang dibentuk pada tahun 1969 sebagai kelanjutan dari grup Koes Bersaudara. Grup musik yang terkenal pada dasawarsa 1970-an ini sering dianggap sebagai pelopor musik pop dan rock ‘n roll di Indonesia. Sampai sekarang, grup musik ini kadang masih tampil di pentas musik membawakan lagu-lagu lama mereka, walaupun hanya tinggal dua anggotanya (Yon dan Murry) yang aktif.
Lagu-lagu mereka banyak dibawakan oleh pemusik lain dengan aransemen baru. Sebagai contoh, Lex’s Trio membuat album yang khusus menyanyikan ulang lagu-lagu Koes Plus, Cintamu T’lah Berlalu yang dinyanyikan ulang oleh Chrisye, serta Manis dan Sayang yang dibawakan oleh Kahitna. Baca selebihnya »
Nuke Luciyanti
Nuke Luciyanti Dibantu Musisi Terkenal di Album Terbarunya
Nuke Luciyanti Dibantu Musisi Terkenal di Album TerbarunyaKetika naluri berkata untuk kembali ke dunia musik, tak ada kata nanti bagi Nuke Luciyanti. Perempuan manis yang pernah menelurkan single Apa Salah Dan Dosaku awal 2009 lalu itu kini kembali lagi.
“Awalnya saya dulu sempat bermusik, namun satu dan lain hal saya sempat vakum. Sekarang ini saat yang tepat untuk saya kembali bermusik,” ujar Nuke saat di temui sedang test vokal di studio 18 production, pecenongan (5/9).
Nuke yang senang menyanyi sejak kecil ini sering mengikuti lomba bernyanyi sampai dengan bernyanyi di kamar mandi. Dengan album terbarunya CERITA CINTA dan single Masih Ada recycle dari Deddy Dhukun, Nuke mencoba dengan warna baru.
Baca selebihnya »
Ireng Maulana
Ireng Maulana Rilis Debut Album Penyanyi Jazz Cilik.
Sejak usia 6 tahun Lana Nitibaskara telah membuat banyak orang berdecak kagum. Kemampuan membawakan lagu-lagu swing, bebob atau lagu jazz standar sangat mumpuni. Dalam usia yang sangat belia seperti itu Lana pernah main di ajang prestisius JAK JAZZ diiringi Professor Band pada tahun 2006.
Pada tahun ini, tepatnya 26 Juli 2010, saat usia Lana menginjak 8 tahun sebuah album debut bertajuk SPIRIT OF JAZZ berhasil dirilis. Album tersebut dipersiapkan selama dua tahun bersama legenda jazz Indonesia Ireng Maulana.
Baca selebihnya »
Gesang, Maestro yang Bersahaja
Tak banyak penyanyi atau pemusik Indonesia yang bisa melegenda di masyarakat. Satu dari yang sedikit itu adalah Gesang Martohartono. Lagu Bengawan Solo diciptakan pada 1940, saat ia berusia 23 tahun. Pada saat itu, ia tengah duduk di tepi Bengawan Solo.
Musisi senior kelahiran Surakarta, Jawa Tengah, 1 Oktober 1917, tersebut selalu kagum dengan sungai itu sehingga terinspirasi untuk menciptakan sebuah lagu. Proses kreatif lagu ini memakan waktu sekitar enam bulan.
Tidak hanya di Tanah Air, Bengawan Solo juga memiliki popularitas di luar negeri, terutama di Jepang. Bahkan lagu ini sempat dipakai dalam salah satu film layar lebar di Negeri Sakura.
PAUL McCARTNEY
Terlahir dari keluarga pemusik pada 18 Juni 1942, Paul mewarisi bakat musik dari ayahnya yang pemimpin band Jim Mac Jazz sekaligus peniup terompet. Memasuki usia sekolah menengah, ia belajar di Liverpool Institute yang letaknya bersebelahan dengan Liverpool Art College tempat John belajar. Dengan demikian, kedekatan geografis menghasilkan kedekatan psikologis di antara keduanya.
Paul yang berwajah bocah dan penyayang itu akhirnya lebur dalam satu kebersamaan erat dengan John yang amoral, hedonistik dan egois, hanya karena kesamaan minat. Baca selebihnya »
JOHN LENNON
Ketika lagu-lagu Elvis Presley meledak di sekitar tahun 50-an, John Lennon yang memiliki nama lengkap John Winston Lennon baru berusia 16 tahun. Mendengar lagu-lagu Elvis membuat hati John tergerak untuk mengikutinya. Kemudian ia membujuk ibunya untuk dibelikan sebuah gitar. Meskipun ia akhirnya hanya mendapat sebuah gitar bekas, John cukup puas. Dengan diajari ibunya, Julia, John belajar main gitar walaupun cara mengajarinya salah karena Julia memberikan pelajarannya seperti bermain banjo. Cara ini berarti menyetel lima senar teratas pada kunci G, dan membiarkan senar terbawah menjadi mubazir.
Benar atau salah cara itu, John Lennon mulai memainkan lagu Ain’t That A Shame-nya Fat Domino. Beberapa waktu kemudian, gitar spanyolnya diganti dengan gitar yang lebih bagus. Pada 1957, ia membentuk bandnya yang pertama, yang disebut Black Jack. Anggotanya: John menjadi penyanyi dan gitaris, Pete Shotton pada washboard, Eric Griffiths pada gitar, Rod Davies memainkan banjo, Colin Hanton menabuh drum, dan Bill Smith memainkan bas besar. Lalu mereka mengubah nama menjadi Quarrymen, karena sebagian besar anggotanya adalah murid sekolah Quarry Bank. Band ini belakangan menjadi lebih terkenal. Mereka mengadakan pertunjukkan di pesta-pesta dan bar. Baca selebihnya »
The Beatles
CIKAL BAKAL MUSISI BESAR
Dalam sejarah industri musik pop dunia, The Beatles dikenal sebagai band paling sukses yang pernah ada. Malah kesuksesannya nggak cuma di urusan musik saja, tapi juga mempengaruhi segala bidang. Disaat-saat akhir karir The Beatles pada tahun 1970, John Lennon pernah bilang kalau bandnya itu punya nama yang bisa menjadikan segala-galanya jadi besar. Kata-kata ini bukan sekedar bualan saja. Pasalnya komentar ini berdasarkan pengalamannya selama 7 tahun berkarir dengan The Beatles. Baca selebihnya »












