Sejarah Budaya Jakarta
Jakarta memang punya daya pesona luar biasa. Betapa tidak..? Kedudukannya sebagai ibukota Negara Indonesia telah memacu perkernbangannya menjadi pusat pemerintahan, pusat perdagangan, pusat perindustrian, dan pusat kebudayaan. Jakarta menjadi muara mengalirnya pendatang baru dari seluruh penjuru Nusantara dan juga dari manca negara. Unsur. seni budaya yang beranekaragam yang dibawa serta oleh para pendatang itu menjadikan wajah Jakarta semakin memukau, bagaikan. sebuah etalase yang memampangkan keindahan Jakarta ratna manikam yang gemerlapan. lbarat pintu gerbang yang megah menjulang Jakarta telah menyerap ribuan pengunjung dari luar dan kemudian bermukim sebagai penghuni tetap.
Miliki Dapur Modern dan Cantik
By Pipiet Tri Noorastuti, Anda Nurlaila –
Dapur tak hanya berfungsi sebagai tempat memasak. Perubahan gaya hidup mengangkat peran dapur sebagai tempat berkumpul keluarga, bahkan menerima kunjungan.
Siulina Mega, Arsitek dan Desainer Interior, mengatakan, perubahan gaya hidup itu tentunya didukung dengan penataan dapur stylish. "Gaya dapur tergantung keinginan keluarga dan harus disesuaikan dengan estetika," katanya pada talkshow ‘Penataan Dapur Modena Cooking in Style’ di Jakarta, Rabu 28 April 2010.
Rumah Betawi
“MASYARAKAT Betawi tergolong masyarakat rawa. Itu sebabnya mereka mengenal model rumah panggung,” kata Ridwan Saidi, tokoh Betawi yang sedang menyiapkan peluncuran buku riset sejarah garapannya: Babad Tanah Betawi.Namun, Ketua Tim Pengelola Perkampungan Budaya Betawi (PPBB) Agus Asenie Dipl Ing, praktisi arsitektur berpendapat, masyarakat Betawi sebenarnya tinggal di habitat yang beragam, sejak pesisir hingga pedalaman. Bahkan, sekarang juga tinggal di wilayah urban padat penduduk di tengah Kota Jakarta.
Musik Tradisional Betawi
Penduduk Betawi sejak awal sudah sangat heterogin. Kesenian Betawi lahir dari perpaduan berbagai unsur etnis dan suku bangsa yang ada di Betawi. Seni musik Betawi tidak terhindar dari proses perpaduan itu. Dalam musik Betawi kental pengaruh Barat, Tionghoa, Arab, Melayu, Sunda, dan lain-lain.
Musik tanjidor diduga berasal dari bangsa Portugis yang datang ke Betawi pada abad ke 14 sampai 16. Menurut sejarawan, dalam bahasa Portugis ada kata tanger. Kata tanger artinya memainkan alat musik. Memainkan alat musik ini dilakukan pada pawai militer atau upacara keagamaan. Kata tanger itu kemudian diucapkan menjadi tanjidor.
Menangkap Ikan Dengan Cara Ngobor

kerap dilakukan oleh nelayan di Kepulauan Seribu. Menangkap ikan cara ini cukup mudah, hanya menggunakan lampu Patromak sebagai alat penerang serta Tombak untuk menangkap ikan. Kegaiatan menagkap ikan seperti ini biasanya dilakukan pada malam hari dan ketika air laut sedang surut (kering).
Trik menagkap ikan pada malam hari yang di lakukan oleh masyarakat Kepulauan Seribu cukup ampuh. Dimana mereka percaya pada malam hari Ikan biasanya tertidur dan bersembunyi di karang. Kesempatan ini yang di ambil untuk menangkap ikan dengan cara menombak ikan dengan Tombak yang sudah di kemas sedemikian rupa sehingga ketika ikan yang mereka tangkap tidak bisa lepas dari tombakannya.
Menagkap ikan seperti ini pun biasanya dilakukan lebih dari 1 orang. Biasanya mereka membuat kelompok, setiap kelompok terdiri dari 3 orang, satu orang untuk memegang bahan penerang (Patromak), Tombak dan tempat Penampung ikan.
Hasilnya cukup menjanjikan dan jenis ikannya pun beragam, mulai dari Ikan Baronang, Ikan Kerapu, Kepiting dan Gurita. Biasaya mereka bisa membawa pulang hasil tangkapannya 5 hingga 10 kilo tiap malamnya.
Bisanya mereka berangkat pada jam 12 malam dan pulang pagi hari, ketika ikan suadah sulit mereka tangkap lagi. Namun sayangnya menagkap ikan cara ini (Ngobor) sudah mulai di tinggalkan. Karena masyarakat banyak yang lebih memilih menagkap ikan menggunakan perahu (motor laut) yang penghasilan jauh lebih banyak. Serta banyak juga yang sudah beralih dari nelayan tangkap menjadi nelayan budidaya. (age)
This article comes from :. PulauSeribu[dot]Net46
http://www.pulauseribu.net
Langsing Sehat dengan Kebiasaan Satu Menit
By Petti Lubis, Mutia Nugraheni -
Ada beberapa strategi yang bisa Anda lakukan untuk membakar kalori dalam tubuh. Tidak perlu menghabiskan waktu berjam-jam di pusat kebugaran atau diet ketat.
Cara berikut bisa dilakukan dalam waktu sekitar satu menit. Kuncinya, lakukan sesering mungkin.
1. Berjalan sambil berbicara
TARI COKEK BETAWI
Dalam sejarah kesenian Betawi, Cokek merupakan salah satu hiburan unggulan. Selain luas penyebarannya juga dengan cepat banyak digemari masyarakat Betawi kota sampai warga Betawi pinggiran. Pada kurun waktu itu hampir tiap diselenggarakan pesta hiburan, baik perayaan perjamuan hajatan perkawinan hingga pesta pengantin sunat. Dan ragam acara yang bersifat pesta rakyat. Disanalah para penari Cokek mempertunjukan kepiawaiannya menari sambil menyanyi. Barangkali memang kurang afdol jika penari cokek sekadar menari. Karenanya dalam perkembangannya selain menari juga harus pintar olah vokal alias menyanyi dengan suara merdu diiringi alunan musik Gambang Kromong. Jadi temu antara lagu dan musik benar-benar tampil semarak alias ngejreng beeng. Baca selebihnya »
Orkest Gambang
Orkest Gambang, Hasil Kesenian Tionghoa Peranakan di Djakarta
“Dan baboenja Tjio Kek bersembahjang: “Moehoen baba-besarnja si Bouw Tan tida mempoenjai isi-peroet…..”
Gambang adalah satoe alat tetaboehan dari gamelan “Salendro” atawa “Pelog” jang telah dibawa masoek ka poelo Djawa, Madoera dan Bali oleh orang Hindoe jang datang di sini sambil menjiarken agama Budha.
Menoeroet riwajat Indonesia, bangsa Tionghoa sedari djeman Praboe Brawdijaja, Radja dari Madjapait, itoe masa kira-kira taon 1300 – soeda ada di sini. Karna saja bermaksoed boeat menoetoerken asal-oesoelnja “Orkest Gambang”, maka gamelan “Salendro” dan “Pelog” saja tinggalken, dan saja adjak pembatja aken mentjari taoe, kenapa “Gambang Orchestra” digemarin oleh Peranakan Tionghoa sedari djeman doeloe sampe sekarang.
Boeat mendapetken keterangan sampe djelas betoel saja soeda poeteri Djakarta, bilangan Tangerang dan Bekassi. Orang-orang jang soeda toea, jang telah mendenger poela ini dari iaorang poenja leloehoer lagi, ada toetoerken apa jang saja toelis di bawah. Baca selebihnya »
Gambang Kromong
Salah satu musik khas dari kesenian Betawi yang paling terkenal adalah Gambang Kromong, dimana dalam setiap kesempatan perihal Betawi, Gambang Kromong selalu menjadi tempat yang paling utama. Hampir setiap pemberitaan yang ditayangkan di televisi, Gambang Kromong selalu menjadi ilustrasi musiknya.
Kesenian musik ini merupakan perpaduan dari kesenian musik setempat dengan Cina. Hal ini dapat dilihat dari instrumen musik yang digunakan, seperti alat musik gesek dari Cina yang bernama Kongahyan, Tehyan dan Sukong. Sementara alat musik Betawi antara lain; gambang, kromong, kemor, kecrek, gendang kempul dan gong.
Kesenian Gambang Kromong berkembang pada abad 18, khususnya di sekitaran daerah Tangerang. Baca selebihnya »
Angklung
Asal-usul Angklung
Anak-anak bermain angklung.
Dalam rumpun kesenian yang menggunakan alat musik dari bambu dikenal jenis kesenian yang disebut angklung. Adapun jenis bambu yang biasa digunakan sebagai alat musik tersebut adalah awi wulung (bambu berwarna hitam) dan awi temen (bambu berwarna putih). Purwa rupa alat musik angklung; tiap nada (laras) dihasilkan dari bunyi tabung bambunya yang berbentuk wilahan (batangan) setiap ruas bambu dari ukuran kecil hingga besar.
Baca selebihnya »













