ARS's Blog

(Information: Tourism, Family, Lifestyle, Entertainment, Healt, etc.)

Makam Kapitan Jonker Penuh Misteri

MARUNDA – Pemerintah Kolonial menyematkan gelar Jongheer van Ambon kepada Kapitan Tete Jonker, satu-satunya anak pribumi yang memiliki keberanian luar biasa dalam aktivitas ekspansi militer kolonial. Kekuatan super naturalnya membuat Kapitan Jongker terkenal dan melegendaris di setiap anak-anak Ambon, khususnya bagi pemuda yang berkarier sebagai seorang tentara atau dibidang militer lainnya.

Kapitan Jongker adalah seorang anak Manipa, berkarier sebagai soldadu (Ambonese)/Soldier/tentara pada masa pemerintahan kolonial/Belanda (Abad XVIII). Sedangkan Tete Jonker merupakan sapaan halus untukmenghormatinya sebagai orang tua yang memberikan inspirasi super natural, selalu melekat dalam pikiran anak-anak Ambon yang tahu melakukan suatu pekerjaan yang dianggap sangat sulit dilakukan oleh tenaga normal.
Sosoknya yang berani dalam medan pertempuran membuatnya dijadikan sebagai orang kepercayaan VOC. Ia juga pernah mengalahkan Sultan Hasanudin dalam perang Makasar tahun 1667. Bukan hanya itu saja, dengan kegigihannya ia pernah berjuang untuk VOC di India, Sri Langka, Sumatra dan Banten.
Setelah berhenti bekerjasama dengan VOC, Tete Jonker yang beragama Islam pergi ke Pulau Jawa dan menetap di daerah Marunda bersama bawahannya. Ia difitnah oleh de St. Martin yang menjadi anggota Dewan Hindia, merencanakan serangan atas kota Batavia.
Dalam pertempuran melawan tentara VOC dan razia sesudahnya 124 pengikut Jonker tewas dan ia sendiri dibunuh dalam kebun. Pejuang yang gigih berani tersebut dimakamkan di Kampung Marunda, Cilincing. Pendeta Leijdekker di Tugu tahun 1689. Disamping makam Teta Jonker terdapat makam Opo T.H. V. Dotolong, yang berasal dari Minahasa.

Keberadaan makam Kapitan Jonker di Jln. PPL Marunda, Kelurahan Marunda, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara menambah daftar bangunan bersejarah yang dilindungi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Kondisi makam yang usang karena tergerus zaman menambah kesan angker menyelimuti kawasan makam Kapitan Jonker. Tak jarang pula, orang yang melintas di lokasi makam itu lari terbirit-birit karena nuansa angker dan bangunannya yang sudah tua itu bisa membuat bulu kuduk berdiri.

wisatapesisir.com

17 April 2010 - Posted by | Nostalgia Jakarta |

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.