ARS's Blog

(Information: Tourism, Family, Lifestyle, Entertainment, Healt, etc.)

Mengapa Wanita Lebih Mudah Tertular HIV

Mengapa Wanita Lebih Mudah Tertular HIV

By Petti Lubis, Anda Nurlaila

Peringatan Hari AIDS Sedunia

Penyebaran infeksi HIV telah menjadi epidemi di Indonesia sejak 25 tahun silam. Sejak HIV pertama ditemukan pada 1980-an, HIV berkembang pesat hingga menular kepada sekitar 300 ribu orang pada 2009.

Profesor Irwanto dari Universitas Atmajaya mengatakan tren perkembangan penyebaran virus HIV mengalami perubahan. Dalam 15 tahun terakhir hingga era 2006, golongan terbesar terinfeksi HIV berasal dari kalangan pengguna narkoba jarum suntik (Penasun).

Namun, beberapa tahun belakangan tren penyebaran infeksi HIV berubah. HIV yang  dipicu oleh perilaku seksual pasangan meningkat signifikan, katanya pada peluncuran laporan penelitian UNAIDS berjudul Laporan Penularan HIV pada Pasangan Intim di Asia, Rabu, 31 Maret 2010 di Hotel Crowne Plaza Jakarta.

Mengapa wanita rentan terkena HIV? Irwanto menjelaskan alasannya berikut ini:

Pertama, budaya Indonesia masih menjadikan posisi wanita dibawah pria (patriarki). Wanita, khususnya ibu rumah tangga memiliki posisi tawar yang lebih rendah dalam menegosiasikan seks dengan pasangan. Bahkan, posisi tawar ibu rumah tangga lebih rendah daripada pekerja seks yang masih bisa memilih.

Kedua, kekerasan rumah tangga sering dilakukan pria terhadap pasangannya. Menariknya, studi mengupas bahwa pria yang melakukan kekerasan lebih mudah terkena infeksi HIV. Pelaku kekerasan domestik biasanya merasa dapat melakukan apapun tanpa dihalangi pasangan, katanya.

Ketiga, melakukan pencegahan dan pendidikan terhadap pekerja migran yang bergerak di luar komunitas. Secara psikologis, populasi yang berpisah dari komunitasnya terlepas dari norma-norma yang mengikat. Wanita migran juga banyak yang mendapat kekerasan dan pelecehan seksual. Tak jarang, pengetahuan seks di kalangan ini minim karena sering dianggap bukan sasaran program pemerintah.

Untuk itu, Prof. Irwanto menyarankan agar pemerintah melakukan intervensi menyeluruh. Yaitu, pencegahan termasuk pasangan intim, intervensi struktural identifikasi bagi wanita dan pasangannya. Seringkali pria tidak memiliki layanan khusus pencegahan HIV,

Tak kalah penting, Prof Irwanto menjelaskan agar pendidikan HIV perlu diberlakukan di antara para populasi yang memiliki uang serta generasi muda untuk melindungi pasangan. Terakhir, mengidentifikasi lebih lanjut perkembangan HIV yang  sangat cepat menyebar di kalangan kelompok kunci berisiko tinggi dan wanita pasangannya. Disamping itu,  pekerja migran perlu dibekali pendidikan seks dan daya tawar untuk menolak casual sex atau kekerasan dan pelecehan seksual.

Aktivis HIV AIDS Budi Dharma Adi mengatakan untuk memecahkan perilaku seksual pasangan yang berakibat buruk pada wanita, kalangan wanita harus mempertanyakan penyakit seksual pasangan sebelum berlanjut ke hubungan yang lebih dalam.

VIVAnews

1 April 2010 - Posted by | Gaya Hidup |

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.