ARS's Blog

(Information: Tourism, Family, Lifestyle, Entertainment, Healt, etc.)

Apa yang Paling Dikhawatirkan Anak-anak?

Apa yang Paling Dikhawatirkan Anak-anak?

img
(Foto: msnbc)

Setiap manusia pasti pernah merasa khawatir akan suatu hal, tak terkecuali bagi anak-anak yang masih kecil. Apa yang bisa membuat anak-anak merasa sangat khawatir? Jawabannya akan membuat Anda sangat terharu.
Ternyata sebagian besar anak-anak mengaku khawatir mengenai kesehatan orang-orang yang dicintainya yakni orangtua, kakek, nenek atau saudara kandungnya.
Penelitian itu berdasarkan hasil survei terhadap 1.154 anak laki-laki dan perempuan yang ditanyai mengenai hal apa yang bisa membuatnya sangat khawatir.
Seperti dikutip dari Kidshealth, Rabu (17/3/2010) orang-orang yang dicintainya merupakan bagian yang sangat penting dalam kehidupan anak-anak.
Karena itu anak akan merasa khawatir jika sesuatu terjadi pada orang-orang tersebut, maka anak akan berpikir siapa yang akan melindunginya nanti, membuatkannya sarapan atau menjaganya saat anak sedang sakit.
Anak-anak sangat mengandalkan atau bergantung dengan orang-orang dewasa dan ingin selalu berada didekatnya dalam jangka waktu yang lama, maka tak heran jika anak merasa sangat takut dan khawatir jika orang yang dicintainya sedang sakit.
Selain itu anak-anak juga bisa merasa khawatir jika orang-orang yang dicintainya memiliki kebiasaan hidup tidak sehat seperti merokok atau sering mengonsumsi alkohol. Anak-anak berpikir kebiasaan itu dapat mempengaruh kesehatan orang-orang yang dicintai nantinya. Karena itu tak sedikit orang dewasa yang berhenti merokok atau kebiasaan buruk lain akibat adanya dorongan atau paksaan dari anak-anaknya.
Beberapa anak memang tidak bisa menunjukkan kekhawatirannya secara langsung, sebesar 25 persen anak-anak akan menceritakan kekhawatirannya pada teman, sebanyak 23 persen akan menceritakannya pada ayah atau ibunya dan sebagian besar berusaha untuk menanganinya sendiri dengan tidak mau memikirkannya.
Tentu saja hal ini bukanlah cara yang baik, karena kekhawatiran yang berlebihan justru bisa mengganggu kehidupan si anak nantinya. Anak bisa saja menjadi depresi atau suka murung sehingga dapat mempengaruhi kemampuan akademis serta sosialnya.
Berbicara dengan seseorang bisa membantu mengurangi rasa khawatir yang dirasakan, karenanya orangtua perlu membantu anak mengatasi rasa khawatirnya.
Usahakan untuk tidak melakukan segala hal yang dapat membuat anak berpikir tindakan tersebut dapat merusak kesehatan serta luangkanlah waktu setiap harinya untuk bisa bersama-sama dengan anak.
(ver/ir)

Sumber: Vera Farah Bararah – detikHealth

17 Maret 2010 - Posted by | Tak Berkategori |

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.